Showing posts with label Teror. Show all posts
Showing posts with label Teror. Show all posts

Kisah Nyata, Seorang Pastor Diancam Setan Lewat SMS

Kisah Nyata, Seorang Pastor Diancam Setan Lewat SMS

MyMisteri Leony Li - Bukan hal baru lagi jika kita mendengar seperti penampakan atau saja ada ritual mengusir setan. Namun justru hal itu menjadi gempar jika ada Setan bisa sms seseorang lewat pesan singkat melalui teknologi telepon genggam bukan.

Dilansir news.com.au. Kisah ini dialami oleh seorang Pastor Marian Rajchel, ia baru saja selesai melakukan ritual pengusiran setan terhadap seorang remaja perempuan. Namun tidak lama kemudian Pastor Marian menerima SMS di ponselnya yang berisi kata-kata ancaman.

"Pengirim SMS itu adalah roh jahat yang menguasai jiwa remaja perempuan itu. Para pemilik ponsel kerap tak sadar bahwa setan juga menggunakan alat itu," kata Pastor Marian kepada harian Austrian Times.

Dalam salah satu SMS yang diterima Pastor Marian itu mengatakan bahwa sang pastor membuang waktu untuk menyelamatkan remaja itu. "Dia tak akan keluar dari neraka ini. Dia milikku. Siapa saja yang berdoa untuk gadis itu akan mati," demikian isi pesan pendek yang diterima Pastor Marian.

Pastor Marian kemudian membalas pesan itu dan tak lama kemudian sang pastor kembali menerima SMS yang kali ini isinya jauh lebih kasar dan personal. "Diam kau, pengkotbah. Kau juga tak bisa menyelamatkan diri sendiri. Kau pastor tua yang tolol," tambah pesan itu.

Menerima pesan itu, Pastor Marian menjadi lebih yakin bahwa remaja perempuan itu memang kerasukan setan dan membutuhkan bantuannya. Menurut Anda bagaimana sahabat MyMisteri?

Rumah Gaya Arsitektur Milik Adele Ternyata Ada Hantu

Rumah Gaya Arsitektur Milik Adele Ternyata Ada Hantu

MyMisteri Leony Li - Hantu ternyata tidak pilih korban, mereka bahkan tidak segan-segan meneror siapa saja jika merasa terusik. Kisah misteri ini dialami seorang penyanyi bernama Adele Laurie Blue Adkins atau dikenal sebagai Adele asal Inggris.

Pada Februari tahun 2012 Adele membeli sebuah rumah dengan gaya arsitektur yang terletak di sekitar pedesaan Inggris Selatan. Belum genap satu bulan menempati rumah barunya, kenyamanan Adele sudah terganggu. Rumah seharga hampir $7 juta (hampir Rp64 miliar) tersebut ternyata dihuni hantu demikian dilansir The Sun.

Rumah Adele
Rumah Adele | Copyright @ The Sun

Saat itu Adele sedang berada di rumahnya sendirian. Ketika tengah malam, tiba-tiba Adele mendengar suara aneh yang sempat membuatnya terlonjak ketakutan. Dia pun bersumpah untuk tidak lagi menghabiskan malam sendirian di dalam rumah dengan 10 kamar tidur tersebut.

"Aku tidak mungkin tinggal sendirian dalam rumah itu. Angker. Membuatku takut saja," ungkap Adele.

Untuk menghindari rasa takut, Adele pun meminta sopir wanitanya untuk jadi bodyguard dan pindah ke rumah barunya. Selain itu, dia rela mengeluarkan uang £100,000 (lebih dari Rp14 miliar) setahun hanya untuk membayar bodyguard tersebut.

"Awalnya Adele senang dengan properti mewah tersebut, tapi akhirnya dia tidak bahagia seperti yang seharusnya. Dia yakin bahwa ada yang menghantuinya. Dia tahu bahwa rumah itu punya sejarah kelam, selain itu, rumah itu memang terlalu besar untuk ditempati di tengah malam," lanjut sumber tersebut.

Kesurupan Masal di Jepang Diduga Gangguan Hantu Tanpa Kepala

Kesurupan Masal di Jepang Diduga Gangguan Hantu Tanpa Kepala

MyMisteri Leony Li - Kesurupan yang sering terjadi di Indonesia memang sudah bukan hal baru lagi di telinga kita. Sering ada berita peristiwa kesurupan masal yang sering terjadi di sekolah-sekolah Indonesia. Dan biasa menjadi korban kesurupan masal adalah para siswi. Mereka biasanya berteriak, menangis kemudian pingsan.

Hal serupa juga terjadi di Jepang yang berada di sebuah SMA Yanagawa wilayah Fukuoka Prefecture. Pada tanggal 30 Juni, sekitar pukul 10 pagi, terjadi hal aneh pada siswi-siswi Yanagawa. Satu siswi bertingkah aneh dan mulai berteriak-teriak, kemudian diikuti oleh beberapa siswa lain, demikian diberitakan rocketnews24.com.

Yang aneh, setelah berteriak, sekitar 26 atau 27 siswa pingsan begitu saja. Kejadian misterius ini membuat beberapa siswa dan siswi memosting foto-foto kejadian di Twitter dan sosial media lain. Akhirnya berita ini menjadi heboh. Ditambah lagi, peristiwa ini diduga sebagai kesurupan masal dan melibatkan roh hantu perempuan tanpa kepala.

Kabarnya, salah satu siswi diikuti oleh hantu tanpa kepala yang ada di gunung Hiko saat tamasya beberapa waktu lalu. Kisah ini berkembang saat para siswi berteriak "Bunuh aku!" atau "Mati!" berkali-kali. Awalnya ada 5 siswi yang pingsan, lalu bertambah jadi 15, lalu 20 hingga sekitar 26 atau 27 siswi.

Kejadian aneh ini membuat SMA Yanagawa harus libur sementara waktu. Namun berita segera beredar di sosial media, terutama yang menanggapi salah satu tulisan siswa di sana:

Ini adalah sekolahku. Ada rumor bahwa ada roh jahat di sekitar gunung yang datang ke sekolah. Sekarang sudah lebih dari 15 siswi pingsan begitu saja. Mereka berteriak "bunuh aku" dan "mati". Hal ini sangat gila. Kami sedang bersiaga di dalam kelas. Pada akhirnya sekolah ditutup sementara. Jumlah yang pingsan ada 5, lalu 15, kemudian lebih dari 20, mungkin 27 gadis pingsan. Ini benar-benar menakutkan.

Pihak sekolah belum memberi penjelasan apapun, termasuk rumor tentang hantu atau hal gaib lainnya. Biasanya, dari sisi ilmu pengetahuan, hal ini terjadi karena siswi lebih rentan mengalami tekanan dan tidak tahu cara melampiaskannya.

Ada Hantu Tinggal di Mansion Milik Ellen DeGeneres

Ada Hantu Tinggal di Mansion Milik Ellen DeGeneres

MyMisteri Leony Li - Rumah tinggal tentu adalah yang paling dibutuhkan oleh semua manusia. Namun jika rumah yang kita tinggali ada pihak ketiga yang hadir dan mengusik ketentraman kita? Kisah seram ini dialami oleh Ellen DeGeneres.

Ellen DeGeneres mengalami masalah yang cukup serius di rumah yang ia ditinggalinya. Dia mengaku sering diganggu hantu yang mendiami mansion yang berlokasi di Holmby Hills tersebut dengar berbagai teror.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang narasumber pada National Enquirer. Sepertinya, rumah yang baru saja dibeli Ellen itu dihantui oleh arwah penghuni lama yang meninggal di sana pada tahun 2009.

"Rumah itu sudah direnovisi ulang, dengan begitu Ellen mengira jejak penghuni lamanya sudah hilang. Tapi perkiraan itu salah besar. Beberapa malam pindah ke sana, dia mulai mendengar suara-suara aneh, seperti langkah kaki, pintu yang terbuka dan tertutup sendiri. Di tengah malam, Ellen mendengar suara wanita sedang menangis," ungkap narasumber itu.

Dikutip Showbizspy. Sebenarnya Ellen tidak pernah percaya adanya hantu. Namun dia dibuat ketakutan oleh kejadian yang tak bisa dijelaskan ini.

Rumah ini memiliki luas 13.000 kaki dan dibangun oleh real estate developer bernama Sidney Brody, dan istrinya yang bernama Frances, pada tahun 1951. Sidney meninggal dunia pada tahun 1983, dan tak lama Frances mulai jatuh sakit dan meninggal dunia pada usia 93 tahun.

Gadis Anneliese Michel, Mati Karena Kesurupan

Gadis Anneliese Michel, Mati Karena Kesurupan

MyMisteri Leony Li - Bagi yang suka film horor mungkin judul 'The Exorcism of Emily Rose' sudah tidak asing lagi, kisah ini di inspirasikan dengan sebuah kisah nyata dan dialami oleh seorang gadis malang yang bernama Anneliese Michel.

Anneliese Michel atau panggilan akrab Michel lahir pada 12 September 1952 di Leiblfing, Bavaria, Jerman. Gadis berusia 23 tahun sering mengalami kesurupan selama sepuluh tahun hingga dia akhirnya meregang nyawa. Semenjak pada usia 16 tahun, ia sering mengalami kejang-kejang dan sering mengalami halusinasi yang biasanya terjadi saat melakukan doa.

Penderitaan terparah Michel terjadi pada tahun 1973, setelah dia mengalami depresi karena sering berhalusinasi saat berdoa. Dia juga mulai mendengar bisikan-bisikan gaib yang mengatakan dia adalah manusia yang terkutuk dan akan membusuk di dasar neraka.

Diagnosa medis, ia dinyatakan menderita epilepsi. Selain itu dia juga dianggap mengalami gangguan jiwa dan harus menjalani perawatan di rumah sakit jiwa untuk memulihkan kesehatannya.

Seperti kutipan Wikipedia menjelaskan bahwa penanganan medis ini justru semakin memperparah tingkat depresi dan kondisi kesehatannya. Perawatan medis jangka panjang menggunakan berbagai obat anti-psikotik terbukti tidak berhasil. Bahkan Michel mengaku sering melihat wajah menyeramkan.

Seorang ahli agama percaya Michel tengah mengalami kerasukan setan. Apalagi saat sedang kerasukan, Michel biasanya menjadi tidak bersahabat setiap mendatangani tempat peribadatan dan objek suci keagamaan. Fakta ini membuat keluarga Michel berupaya menyembuhkan Michel dengan ritual pengusiran setan.

Seorang ahli agama yang tinggal di dekat kediaman Michel, Ernst pun bersedia melakukan ritual pengusiran. Setelah menyaksikan kondisi Michel, Ernst menganggap gejala kejang gadis tersebut bukan karena epilepsi tapi karena gangguan makhluk halus.

Ritual pengusiran setan pertama terjadi pada 24 September 1975. Setidaknya dilakukan puluhan kali ritual selama sepuluh bulan dalam rentang tahun 1975 hingga 1976. Setiap sesi pengusiran berlangsung selama 4 jam dan dilakukan satu atau dua kali setiap pekan.

Dalam proses ini, Michel kerap menyebut tentang kematiannya yang sudah dekat. Tidak hanya itu, gadis berambut hitam itu juga mulai menolak untuk makan. Dalam proses ini, pihak keluarga dan Ernst tidak berkonsultasi dengan pihak medis.

Michel akhirnya meninggal pada 1 Juli 1976 di kediamannya. Hasil otopsi menyatakan penyebab kematian karena kekurangan gizi malnutrisi dan dehidrasi. Saat meninggal, berat badan Michel telah menyusut menjadi hanya 31 Kg.

Pihak medis menilai nyawa Michel dapat diselamatkan jika dilakukan langkah pencegahan seminggu sebelum saat dia menghembuskan nafas terakhir. Tuduhan pun mengarah kepada keluarga Michel dan Ernst Alt yang dianggap lalai dan mengakibatkan nyawa seseorang melayang.

Sidang pertama kasus tewasnya Michel dimulai pada tanggal 30 Maret 1978. Persidangan berlangsung hebat karena terjadi dua silang pendapat. Antara yang mempercayai fenomena kerasukan dan ada pihak yang tidak mempercayai fenomena tersebut.

Tapi pada akhirnya, hakim memutuskan para terdakwa dinyatakan bersalah atas kelalaian yang membuat seseorang tewas. Mereka dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan kemudian ditangguhkan dan tiga tahun masa percobaan.

Kisah Nyata Amityville House, Rumah Paling Seram di Dunia

Kisah Nyata Amityville House, Rumah Paling Seram di Dunia

MyMisteri Leony Li - Amityville house atau disebut-sebut sebagai rumah paling berhantu di AS ini memang sudah sangat terkenal sebagian di muka bumi ini, keangkerannya sudah tak perlu diragukan lagi. Bahkan Amityville house pernah difilmkan.

Amityville sebenarnya biasa saja bagi wisatawan. Rumah ini terletak di kota kecil Long Island, New York, AS. Rumah tingkat dengan arsitektur Belanda kolonial dengan alamat 112 Ocean Avenue. Inilah rumah yang dijuluki sebagai rumah paling berhantu di AS.

Kisah bermula pada Desember 1975, sepasang suami istri George Lutz, Kathy Lutz dan 3 anak mereka pindah ke rumah baru di 112 Ocean Avenue, Amityville. Di rumah ini, mereka mengaku diganggu roh jahat mulai dari penampakan, kesurupan, sampai gangguan fisik terhadap George, Kathy dan anak-anak mereka. Mereka hanya sanggup bertahan 28 hari di rumah tersebut.

Setahun sebelumnya rumah itu dihuni oleh keluarga DeFeo. Anak sulung mereka, Ronald DeFeo Jr menembak mati kedua orang tua dan 4 saudara kandungnya. Ronald kini dipenjara karena pembunuhan massal dan berencana. Tapi semua percaya, korban pembunuhan Ronald bergentayangan di rumah tersebut.

Seperti dilansir Amityville Files. Apa yang menimpa keluarga Lutz pada tahun 1975 begitu menghebohkan masyarakat. Saking fenomenalnya, kisah keluarga Lutz dinovelkan pada 1977 dengan mewawancarai George Lutz. Hollywood lantas membuat film pada 1979 dengan judul "The Amityville Horror". Kisah rumah hantu Amityville pun semakin dikenal oleh dunia.

Hingga kini, sudah ada beberapa film soal rumah hantu Amityville House, yang terakhir adalah "The Amityville Haunting" pada 2005. Film Paranormal Activity tentang keluarga pindah ke rumah baru dan diganggu roh jahat, disebut-sebut diilhami Amityville House.

Lutz yang dibantu oleh temannya, Tim Yancey bahkan akhirnya membuat situs resmi Amityville Horror, yang berisi kumpulan wawancara dan aneka dokumentasi terkait teror yang dialami Lutz. Lutz meninggal pada 8 Mei 2006.

Sebuah wawancara media dengan Lutz pada 2002, menjadi ucapan yang paling dikenang orang. "Saya berdoa agar tidak ada orang lain yang mengalami kejadian itu. Hal yang paling sulit adalah, kamu tidak bisa cerita ke siapa-siapa, tidak bisa minta tolong ke siapa-siapa, tidak ada yang mau diajak bicara, tidak ada yang mau mengerti. Kamu menjadi menjadi orang asing," kata Lutz.

Sejak tahun 1977 sampai sekarang, begitu menarik perhatian oleh para wisatawan ke Amityville. Kota kecil ini menjadi destinasi wisata rumah hantu paling populer di AS dan mungkin juga dunia gara-gara difilmkan Hollywood. Kebanyakan wisatawan penasaran dan melihat rumah ini dari seberang jalan, tapi untuk masuk ke rumah itu, mungkin mereka pikir-pikir dulu.

Kedatangan wisatawan ini dianggap negatif oleh pemerintah kota setempat. Alih-alih menjadi wisata alam atau kota, Amityville malah menjadi destinasi wisata rumah hantu yang tentunya bernada negatif.

Bagaimana dengan penghuni rumah setelah keluarga Lutz? Ini yang menjadi hal menarik, tidak ada satupun dari mereka yang diganggu hantu. Rumah ini sudah berganti kepemilikan sampai 3 kali dan semuanya aman-aman saja. Malah, ketidaknyamanan justru datang dari para wisatawan yang penasaran dengan rumah itu.

Keluarga Cromarty yang menjadi penghuni berikutnya, mencoba mengganti alamat rumah untuk membingungkan wisatawan. Sedangkan keluarga O'Neil yang tinggal setelah Cromarty, mengganti dua jendela berbentuk seperempat lingkaran yang ada di lantai 3. Jendela ini dari kejauhan tampak seperti mata setan yang marah.

Di Koran Newsday Long Island edisi 21 Agustus 2010 menyebutkan, Amityville House dijual oleh pemiliknya pada Agustus 2010. Saat itulah rumah hantu itu dibuka untuk umum, hasilnya ratusan wisatawan antre panjang untuk melihat isi rumah tersebut. Namun, kamar tidur di lantai 2, tempat keluarga De Feo dibantai dan ruang bawah tanah, tidak boleh dimasuki oleh pengunjung. Bagaimana pendapat Anda Sahabat MyMisteri?

Diteror Rombongan Hantu Pengusung Mayat

Diteror Rombongan Hantu Pengusung Mayat

MyMisteri Leony Li - Dunia ini memang masih banyak orang yang tidak percaya akan keberadaan makhluk halus, namun bagi sebagian orang percaya dan yakin bahwa mereka itu ada. Simak kisah selengkapnya dibawah ini.

Dulu, aku juga tidak percaya dengan yang berbau mistis. Namun hal itu berubah setelah aku sendiri mengalami sebuah peristiwa yang sangat menyeramkan, sekaligus mengerikan. Pengalaman ini pula yang sekaligus memberikan aku sebagai pelajaran yang berharga.

Kisah mistis ini terjadi di bulan Mei dan telah terjadi 10 tahun silam. Tepatnya malam Minggu Kliwon, tanggal 23 Mei 2004 yang lalu. Dan sampai sekarang kejadian ini masih membekas jelas di ingatanku. Mungkin ini akan menjadi sebuah pengalaman mistis yang menakutkan sepanjang hidupku.

Sebagai pemuda yang masih lajang, setiap malam Minggu, aku paling suka menonton hiburan dangdut yang ditangcap oleh orang yang sedang mengadakan pesta hajatan. Baik itu di kampung ku ataupun di desa-desa tetangga.

Selain sekedar mencari hiburan, siapa tahu ada gadis yang mau denganku untuk kujadikan pacar. Biasanya kami selalu pergi berombongan dengan mengendarai sepeda motor.

Awal ceritanya, malam itu terpaksa aku pulang sendirian setelah menonton acara dangdutan di kampung seberang. Jarak kampung ku dengan kampung seberang kurang lebih 2 Km. Jalan penghubung satu-satunya dari kampung ku ke kampung seberang harus melalui sebuah perkebunan karet.

Tapi entah mengapa kampung itu disebut kampung seberang. Menurut orang-orang tua, di kampung ku karena letaknya di seberang sungai, maka disebut kampung seberang.

Saat itu semua teman-temanku malam itu sudah pulang duluan. Sebenarnya salah ku sendiri, karena sebelumnya kami sudah sepakat, jam setengah dua belas malam harus berkumpul di satu tempat yang sudah disepakati untuk pulang bersama-sama. Karena keasyikan menonton, hingga aku lupa pada kesepakatan itu.

Mungkin karena ditunggu-tunggu sampai pukul dua belas aku tidak kunjung muncul, akhirnya temanku memutuskan untuk pulang. Semua teman-temanku mengira, aku sudah pulang duluan. Namun sialnya, malam itu aku tidak membawa kendaraan sendiri. Sewaktu pergi, aku di berbarengan sepeda motor temanku.

Dengan perasaan jengkel, kuputuskan pulang sendirian saja dengan jalan kaki. Apalagi jarak kampung ku tidak begitu jauh. Perasaan takut tak jadi masalah bagiku. Dari kecil aku tak pernah kenal dengan yang namanya takut. Apalagi dengan hantu, aku sama sekali tidak mempercayainya.

Suara jangkrik mengiringi langkah ku menyusuri jalanan yang sunyi. Sesekali suara burung hantu terdengar di kejauhan. Pohon-pohon karet berdiri membisu berjejer di kiri-kanan jalan. Untung saja saat itu tepat pada bulan purnama sehingga keadaan jalan tidak begitu gelap.

Untuk mengusir kesepian, sengaja aku bersiul-siul menyanyikan lagu kegemeranku. Anehnya, begitu sampai di tengah-tengah perkebunan karet, entah mengapa tiba-tiba saja badan ku merinding. Kulihat jam di tanganku menunjukkan pukul satu malam.

Namun, tiba-tiba sebatang cabang kayu yang cukup besar jatuh tepat di depanku. Suaranya mengejutkanku hingga jantungku hampir copot. "Satu langkah lagi, habislah aku," bisik batinku.

Karena menghalangi jalan, kucoba untuk menyingkirkan cabang kayu itu kesamping. Belum lagi cabang kayu itu berhasil aku singkirkan, tiba-tiba terdengar suara tawa cekikikan. Nyaring sekali. Hati kecil ku berkata, "jangan-jangan ini Kuntilanak?"

Aku perhatikan sekelilingku namun tidak ada apa-apa. Kembali suara tawa cekikikan itu terdengar. Ku perhatikan kembali sekelilingku. Akan tetapi tetap tidak ada apa-apa. Hanya pepohonan karet yang berdiri mematung tertimpa cahaya bulan. Lagi-lagi suara tawa cekikikan itu terdengar. Kali ini malah lebih keras dan berulang-ulang. "Benar ini pasti Kuntilanak" pikirku.

Karena suara tawa itu terus saja terdengar, bukannya takut malah timbul rasa jengkelku. Dengan penuh emosi, aku berteriak menantang. "Hei.. Kuntilanak! Jangan ganggu aku. Kalau berani jangan sembunyi-sembunyi, tunjukkan wujudmu. Kau pikir aku takut, dasar setan. Keluar kau"

Begitu aku selesai berteriak, suara tawa itu pun berhenti. Karena dari kecil aku dikenal sebagai anak pemberani menghadapi keadaan seperti ini, tidak ada setitik pun rasa takut di benakku. Bahkan timbul rasa penasaranku. Seperti apa Kuntilanak itu. Ku tunggu beberapa saat, tapi suara tawa itu tidak terdengar lagi.

Kemudian dengan perasaan jengkel kembali aku melangkahkan kakiku.Tapi belum sempat kakiku melangkah, tiba-tiba bahuku ada yang menepuk dari belakang, diiringi sapaan suara perempuan.

Dengan terkejut, buru-buru ku putar badan ku menghadap kebelakang. Seorang perempuan dengan wajah tertunduk berdiri tepat di belakangku. Entah darimana datangnya, buru-buru aku mundur beberapa langkah ke belakang, sambil terus memperhatikan perempuan itu. Kulihat baju putih panjangnya menutupi kaki dan tangannya.

Lalu tiba-tiba saja tercium bau bunga kantil. Belum sempat aku bertanya pada perempuan itu, tiba-tiba dengan perlahan-lahan perempuan itu menaikkan mukanya. Di keremangan malam, kulihat wajah perempuan itu pucat sekali. Kedua matanya bolong. Dan dari kedua lubang matanya, memancarkan sinar merah. Rambutnya acak-acakan.

Dengan spontan rasa takut menyergapku. Baru kali ini aku merasakan ketakutan. Jantung ku berdebar kencang saat secara tiba-tiba perempuan itu tertawa cekikikan sambil memperlihatkan taringnya, lalu kedua tangannya diacungkan padaku, seolah ingin mencekikku. Kembali aku dibuat terkejut. Ternyata jari-jari tangannya tinggal tulang semua.

"Kun.. Kuntilanak!!" teriakku dengan tergagap. Tanpa pikir panjang lagi kuambil langkah seribu. Melihat aku lari, Kuntilanak itupun ikut berlari mengejarku. Sekilas dapat kulihat tubuhnya melayang-layang terbang, dengan suara cekikikan yang mengerikan.

Kemudian dengan sekuat tenaga aku percepat lari. Tapi Kuntilanak itu terus saja mengejarku dengan disertai suara tawanya yang menakutkan.Sementara rasa takut yang kurasakan semakin menjadi-jadi. Baru kali ini aku merasakan takut yang teramat sangat.

Pada saat genting itu tiba-tiba ada cahaya lampu dari depanku. Begitu ada cahaya lampu, suara tawa Kuntilanak itupun hilang. Dengan terengah-engah kuhentikan lari, kemudian kulihat ke belakang ternyata benar Kuntilanak itu sudah hilang. Mungkin karena takut dengan cahaya lampu itu, pikirku.

Sambil mengatur napas, aku tunggu cahaya lampu yang ku kira lampu sepeda motor itu mendekat. Aku pikir mungkin salah seorang temanku yang ingin menjemputku. Tapi semakin dekat cahaya lampu itu ke arahku, ternyata bukan suara sepeda motor yang terdengar. Justru bau kemenyan dan bunga kantil yang menusuk hidung. Kembali rasa takut mulai menjalariku.

Begitu cahaya lampu itu tiba di depanku, aku nyaris pingsan dibuatnya, ternyata cahaya itu adalah rombongan hantu pengusung peti mayat. Mereka berjalan tanpa menginjak tanah, saat itu badanku seolah tidak berdarah lagi dan jantungku berdegup kencang.

Keberanian yang dulu aku bangga-banggakan hilang sudah, dengan jelas kulihat satu orang tanpa kepala dengan leher berlumuran darah sedang membawa lampu berupa lingkaran cahaya yang sangat terang.

Empat orang pengusung peti mayat, mukanya hancur semua, dengan tubuh dipenuhi bercak-bercak darah di sana-sini. Sementara orang-orang yang mengiringi di belakang, tubuhnya juga tidak ada yang utuh.

Mataku melotot dan tidak bisa dikedipkan, sungguh sebuah pemandangan yang sangat mengerikan. Tiba-tiba, rombongan pengusung keranda mayat itu berhenti saat lewat di depanku, lalu secara serentak makhluk-makhluk mengerikan itu memalingkan wajahnya dan menatap kearah ku.

Rasa takut yang kurasakan semakin menjadi-jadi dan nafasku memburu karena menahan takut. Wajah-wajah makhluk itu sangat mengerikan, mereka menatap ku dengan tajam. Lalu salah seorang datang mendekati ku. Wajah berlumuran darah mengerikan dan salah satu matanya menggantung keluar hampir copot, isi perutnya terburai keluar dengan jalannya yang seperti robot, makhluk itu mendekati ku.

Saat itu ingin rasanya aku lari, tapi kedua kakiku tidak bisa digerakkan, lalu dengan cepat tangan makhluk itu mencengkeram bahuku. Kucoba meronta melepaskan cengkeramannya, tapi tidak berhasil. Energi makhluk itu sangat kuat sehingga tubuhku diangkatnya dengan mudah lalu dengan cepat tubuhku dilemparkan kearah keranda mayat.

Tubuhku melayang menuju keranda, dengan tiba-tiba pula, penutup keranda itu terbuka sendiri. Lalu dengan telak tubuhku jatuh ke dalam peti itu, dengan cepat penutup keranda itupun menutup kembali. Aku sudah di dalam peti mati, meronta-ronta kesana kemari dengan sekuat tenaga kucoba membuka penutup keranda itu tapi sungguh sangat sulit.

Aku coba berteriak meminta pertolongan tapi tak ada satu kata pun yang bisa keluar dari mulutku, bagai tikus terkena perangkap, aku terus saja meronta-ronta kesana-kemari sambil terus berusaha membuka penutup keranda tapi usahaku sia-sia.

Lalu dengan bersamaan, makhluk-makhluk itu tertawa mengerikan, kemudian mereka mulai lagi berjalan dengan membawa ku yang terus meronta-ronta. Karena di cekam rasa takut yang teramat sangat, ditambah tenagaku yang semakin lemah, akhirnya aku pun jatuh pingsan dan setelah itu aku tak ingat apa-apa lagi.

Sayup-sayup kudengar suara orang membaca ayat-ayat suci Al-Qur'an. Sesekali diiringi suara orang memanggil-manggil namaku, dengan perlahan-lahan kucoba membuka mataku dan kulihat disamping kananku ada Pak Haji Ismail yang tengah khusuk membaca Al-Qur'an. Sementara di samping kiri ku, kulihat Ibuku yang tengah memandangiku dengan kedua matanya yang sembab, menandakan kalau Ibuku habis menangis.

Begitu melihat aku membuka mata, langsung Ibuku memelukku dan menciumi pipiku sambil terus menangis. "Alhamdulillah Ya Allah, kau sudah sadarkan diri, Anakku. Terima kasih ya Allah" ratap Ibuku berkali-kali, Ayahku yang duduk di samping Ibuku, segera menenangkan Ibuku yang terus menangis memeluk ku.

Sementara aku hanya diam, aku bingung apa sebenarnya yang telah terjadi denganku. Pak Haji Ismail yang sedari tadi duduk disampingku membaca Kalam Illahi, dengan senyumnya yang teduh menyuruhku meminum segelas air putih yang sudah disediakan.

"Sudah satu minggu kamu pingsan, Mat! Kamu ditemukan tergeletak pingsan di tengah kuburan." kata Pak Haji menjelaskan. Mendengar kata kuburan, aku teringat kembali pada kejadian yang menimpa ku.

Dengan perasaan yang masih diliputi rasa takut, kuceritakan semua kejadian yang kualami dari awal sampai akhir, semua orang yang hadir di ruangan itu bergidik ngeri mendengarkan cerita ku. Sejak kejadian itu sampai sekarang, aku kian rajin mendekatkan diri pada Allah SWT.

Kukerjakan lagi sholat, setelah sekian lama kutinggalkan. Ku buka lagi kitab suci Al-Qur'an, setelah sekian lama tidak pernah ku baca. Meskipun kejadian itu masih membuatku trauma pada kesunyian, namun aku kian menyadari bahwa memang ada dimensi kehidupan lain yang diciptakan Allah SWT di samping kehidupan manusia yang nyata ini.

Sumber: memoarema.com