Showing posts with label Santet. Show all posts
Showing posts with label Santet. Show all posts

Hermes Cifuentes, Seorang Pakar Pengusir Hantu Asal Kolombia

Hermes Cifuentes, Seorang Pakar Pengusir Hantu Asal Kolombia

MyMisteri Leony Li - Ritual mengusir makhluk halus bagi masyarakat Indonesia sepertinya bukan baru lagi. Sepertinya halnya kerasukan makhluk halus, secara ilmiah memang tak dapat dijelaskan secara sains. Tapi, kepercayaan itu ternyata bukan saja pada masyarakat Indonesia, di Kolombia juga terkenal dengan pengusiran makhluk halus.

Banyak yang tak percaya dengan keberadaan makhluk halus, namun sebagian warga Kolombia percaya dan yakin jika makhlus halus sering mengganggu mereka.

Bagi mereka yang percaya diganggu oleh makhluk halus, maka alternatif yang diambil adalah memanggil seorang yang ahli dalam mengusir hantu. Salah satu pengusir hantu profesional di Kolombia adalah Hermes Cifuentes atau juga dikenal Brother Hermes.

Hermes merupakan pria berusia 52 tahun yang berprofesi sebagai seorang di La Cumbre, Valle Dept. Keahlian yang tak biasa ini adalah warisan dari sang ayah. Dengan salib, lingkaran api dan air yang dianggap suci, Hermes yakin jika Ia dapat mengusir makhluk halus yang mengganggu manusia.

Dilansir Daily Mail. Sudah lebih dari 25 tahun Hermes berprofesi menjadi seorang pengusir hantu profesional. Ia mengaku dapat menjamin pekerjaannya dan ia sangat bangga dengan profesinya itu.

Salah satu pasien yang baru-baru ini di obatinya adalah Claudia Graviria, wanita asal Kolombia yang berusia 28 tahun. Awalnya Claudia berkonsultasi dengan Hermes, menurutnya selama ini sering merasa ada kejanggalan dalam hidupnya, dan ia yakin itu adalah pekerjaan makhluk gaib.

Saat proses pengusiran makhluk halus berlangsung, Claudia terlihat seperti orang yang tengah kesurupan. Suaranya berubah menjadi besar dan geraknya pun semakin tak menentu. Menurut Hermes, Ketegangan yang terjadi dikarenakan ketidaksenangan makhluk halus itu karena telah diganggu dan diusir oleh Hermes.

Merasa bermasalah dengan makhluk halus? Coba saja Hubungi Hermes. Namun ada syaratnya, menurut Hermes siapa saja yang ingin dibantu Ia bakal terima asalkan orang tersebut memiliki Iman dan yakin bisa sembuh. Harga untuk menggunakan jasa Hermes bervariasi mulai dari $ 40 USD hingga $ 125 USD.

Dugaan Istri Sakit Karena Santet, Suami Lapor ke Polisi

Dugaan Istri Sakit Karena Santet, Suami Lapor ke Polisi

MyMisteri Leony Li - Peristiwa unik sering terjadi di dunia ini, ada banyak ragam dengan setifikat lucu ataupun mengandung konyol, namun kisah ini adalah sebuah dugaan isterinya diguna-gunai (santet) maka sang suami melaporkan kasus tersebut ke pihak berwajib.

Seperti dilansir Merdeka.com pada Selasa (21/01/2014). Merasa istrinya sakit karena diguna-guna, Suhaini (65) warga Kelurahan Lebong Gajah Kecamatan Sematang Borang Palembang melaporkan tetangganya, Gulman Mukhtar (44) ke SPKT Polresta Palembang.

Menurut Suhaini, selama ini hubungannya dengan Gulman memang tidak cukup baik sejak 2009 yang lalu. Namun, dia merasa perilakunya tidak ada yang salah atau tidak pernah menyinggung perasaan Gulman yang masih bujangan.

Tetangganya itu, kata dia, kerap melototi istrinya, Mursidah (60) jika berpapasan di jalan. Bahkan istrinya kerap menjadi sasaran amarah terlapor jika ada masalah. Alhasil, istrinya enggan keluar rumah karena takut.

"Sebenarnya seringkali kami mau ribut dengan dia (terlapor), tapi selalu dilerai tetangga yang lain. Jadi, kami sekeluarga hanya bisa bersabar saja," ungkapnya. Namun, kesabarannya terbatas. Apalagi sejak beberapa bulan yang lalu, istrinya mengidap penyakit yang aneh, badannya kurus kering dan selalu dihantui ketakutan.

Sebelumnya, korban beberapa kali mendapati benda aneh di depan rumahnya. Benda ini diduga merupakan kiriman dari terlapor yang tinggal persis di depan rumahnya untuk mengguna-gunai istrinya.

"Saya sendiri tidak tahu apa nama benda-benda itu. Setiap mau magrib pasti ada di depan rumah saya, mungkin dilempar terlapor agar kami menderita. Buktinya istri saya sakit setelah itu," ungkapnya.

Oleh karena itu, dirinya melaporkan peristiwa yang dialami istrinya ke polisi untuk ditindaklanjuti. "Saya mau orang itu ditangkap atau diapakan, terserah. Yang penting kami bisa nyaman," harapnya.

Namun, laporan pelapor ini belum diterima polisi. Kasat Reskrim Polresta Palembang Kompol Djoko Julianto menyarankan pelapor untuk melakukan musyawarah terlebih dahulu dengan keluarga terlapor.

"Ada baiknya bisa dikomunikasikan dulu agar akar masalahnya tahu dan bisa saling memaafkan. Karena belum tentu tuduhan itu benar adanya," sarannya. Bagaimana menurut Anda Sahabat MyMisteri?

Sumber: Merdeka.com

Mengupas Ilmu Santet dari Negara Filipina

Mengupas Ilmu Santet dari Negara Filipina

MyMisteri Leony Li - Mungkin sebagian masyarakat Indonesia sudah bukan hal yang luar biasa lagi jika mendengar Ilmu Santet yang selalu dipersalahgunakan untuk tujuan jahat seperti membunuh atau balas dendam. Dengan begitu, ternyata Ilmu Santet juga sangat populer di Negara Filipina yang baru-baru ini terkena musibah topan Haiyan yang telah menewaskan sedikitnya 10.000 jiwa.

Seperti yang kita ketahui, ternyata ilmu Santet adalah Ilmu paling sesat dan menentang Tuhan, sebagaimana seseorang yang menemui kegagalan dan ingin merankum jalan pintas atau ingin balas dendam karena cinta ditolak.

Di Negara Filipina biasanya Ilmu Santet yang mereka sebut adalah Kulam dengan konsepnya hampir sama dengan voodoo yang berada di Negara Afrika dengan menggunakan boneka sebagai sarana menyantet korbannya.

Bukan hanya boneka saja yang di butuhkan oleh sang dukun, namun untuk bisa lebih manjurnya lagi Ilmu Santet tersebut harus di tambahkan dengan air liur yang di miliki oleh korban agar lebih manjur dan akan lebih bekerja dengan sangat baik.

Tidak hanya dari air liur, namun juga bisa dari rambutnya yang digunakan sebagai bahan menyantet korbannya. Setelah itu dari bonekanya yang sudah di ikatkan dengan rambut dan di olesi dengan air liur.

Untuk bisa menghentikan aksi tersebut, maka seseorang yang terkena Ilmu Santet ini harus bisa temukan orang yang telah menyantetnya. Setelah dapatkan boneka tersebut maka harus segera ceburkan boneka itu kedalam air untuk menghilangkan air liur kita. Bagaimana menurut Anda Sahabat MyMisteri?

Mayat Itu Berdiri Setelah Meninggal Satu Hari

Mayat Itu Berdiri Setelah Meninggal Satu Hari

MyMisteri Leony Li
- Cerita ini adalah kisah nyata, Kejadiannya tepat pada tahun 1988, kita panggil saja Wakiman (Samaran). Semasa hidup Wakiman memang menguasai ilmu santet, banyak sekali penduduk setempat sangat menakutinya.

Karena Wakiman tidak akan segan-segan mengunakan ilmu santetnya jika ada orang yang dibenci ataupun dengan bayaran dari orang lain yang mau membunuh seseorang. Itulah alasannya mengapa Wakiman sangat ditakuti oleh masyarakat setempat.

Namun manusia tetaplah manusia, tidak mungkin bisa melawan sang waktu yang terus berjalan dan menelan usianya, saat itu Wakiman ditemukan tewas disawahnya. Banyak isu yang beredar kalau kematian Wakiman adalah disantet orang dan ada juga mengatakan kalau kematian Wakiman adalah serangan jantung, entah mana yang benar, sampai sekarang masih menjadi misteri.

Setelah siap dalam segala prosesi adat-istiadat dan almarhum Wakiman mau dikebumikan, datanglah semua masyarakat yang tidak mau Wakiman dikebumikan ditempat pemakaman umum. Alasan masyarakat adalah bahwa Wakiman semasa hidup menguasai ilmu sesat dan merugikan banyak orang.

Dari sinilah terjadi keributan antara keluarga Wakiman dan masyarakat, pada saat itu tiba-tiba mayat Wakiman bergerak dan tegak. Tentu dengan fenomena aneh ini membuat warga dan keluarga Wakiman yang berada ditempat lari terbirit-birit.

Sesaat kemudian beberapa dukun ternama pun didatangkan, namun mayat Wakiman telah terbaring kaku seperti biasa. Merasa takut, masyarakat pun memperbolehkan Jasad Wakiman dikebumikan ditempat pemakaman umum.

Namun kisah seram ini baru dimulai, setelah sebulan Wakiman meninggal, Hantu Wakiman sering meneror warga setempat. Dari salah satu warga yang melaporkan kalau saat itu ia lagi tidur dan tiba-tiba ia melihat sekelembat bayangan hitam yang persis seperti Wakiman dan duduk tidak jauh dari tempat tidurnya, spontan warga ini langsung berteriak ketakutan.

Kemunculan Hantu Wakiman tentu membuat masyarakat cemas, berbagai upaya dukun ternama pun didatangkan, namun hal itu sia-sia saja. Sampai saat ini Hantu Wakiman masih tetap ada, walau sudah jarang. Bagaimana menurut anda? Jangan-jangan Hantu Wakiman berada dibelakang anda?

Kiriman Santet Dari Mantan Kekasih

Kiriman Santet Dari Mantan Kekasih

MyMisteri Leony Li
- Peristiwa magis ini berawal saat aku dan isteriku masih kontrak di sebuah rumah di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta. Ketika peristiwa ini terjadi, isteriku tengah hamil tua. Sebelumnya aku menganggap kejadian gaib yang dialami isteriku ini wajar-wajar saja dikarenakan kehamilannya.

Tentu sudah sering aku mendengar dari kawan-kawan perihal isteri-isteri mereka yang juga sering melihat hal-hal gaib saat sedang mengandung. Namun apa yang dialami oleh kami saat itu melewati batas kewajaran yang bisa diterima. Suatu pagi yang cerah, mentari terlihat menyilaukan dari balik jendela kamar kontrakan kami.

Seperti biasanya, setiap hari kalau bangun tidur isteriku langsug beranjak ke kamar mandi karena dia harus segera ke kantor yang lokasinya tak jauh dari rumah kontrakan kami. Sementara aku masih bermalas-malasan di tempat tidur menunggu giliran. Biasalah, perempuan memang selalu lama jika mandi, entah berapa kali ia menggosok tubuhnya dengan sabun, pikirku.

Tiba-tiba aku dikejutkan oleh teriakkan histeris isteriku dari kamar mandi yang membuatku setengah melompat turun dan berlari menuju kamar mandi tempat isteriku berteriak-teriak. Tiba di situ aku mendapati isteriku yang pucat pasi seperti telah melihat sesuatu yang benar-benar membuatnya sangat ketakutan.

Mulutnya melongo dengan mata membelalak tak berkedip. Aku segera memeluk dan berusaha menenangkannya. Setelah beberapa saat lamanya isteriku tenang oleh segelas air putih, dia menceritakan apa yang baru dialaminya. Ternyata dia melihat seekor ular besar di dekat bak mandi dimana ular tersebut sangat aneh bentuknya.

Ular besar itu hanya terlihat setengah badan sedangkan buntutnya berupa asap yang sangat tebal. Kemudian ular besar itu semakin mendekati isteriku seakan hendak menyerangnnya. Tentu saja isteriku berteriak dengan histeris.

Diantara teriakkan histerisnya, dia mengucapkan 'Allahhu Akbar' berulangkali dalam hatinya (maklum isteriku belum lama menjadi mualaf hingga dia belum begitu hafal ayat-ayat atau doa-doa. Jangankan doa, saat ruku pada saat sholat saja dia sering tersandung karena belum terbiasa).

Allah Maha Penyayang umat-Nya, tiba-tiba sebuah sinar putih tampak menghantam ular itu sebelum sempat melukai isteriku. Entah dari mana datangnya, sinar putih itu tiba-tiba saja menyambar badan ular yang tengah menjulur mendekati isteriku. Ular itu menghilang bersamaan dengan hilangnya sinar putih tersebut dari pandangannya.

Semua kejadian itu berlangsung dalam sekejap seperti sebuah film pendek di televisi. Dalam hatiku terucap terima kasih untuk sinar misterius yang telah menyelamatkan isteri dan jabang bayiku walau setelah dia menceritakan kejadian itu aku mendapatkan sarapan omelan yang cukup panjang dari isteriku.

Menurutnya aku terlalu lambat bergerak dan hampir saja ular siluman itu merenggut nyawanya. "Mas gimana sih, aku mau ada yang mencelakai bukannya cepat-cepat," katanya menggerutu.

Yah, nggak apa-apalah semua omelan itu aku terima dengan pasrah asalkan isteri dan jabang bayi selamat. Lagipula bukan baru sekali ini dia memarahiku, maklumlah namanya juga lagi hamil jadi emosinya gampang naik.

Kisah misterius ini bukan hanya terjadi sekali saja, namun terjadi pula peristiwa yang lebih menghebohkan lagi dan lebih menegangkan. Peristiwa kedua ini terjadi pada malam berikutnya dikala aku mengantarkan salah satu rekanku yang baru saja berkunjung ke rumah kami menuju ujung jalan. Isteriku kembali diganggu makhluk halus.

Makhluk itu begitu menyeramkan. Perawakannya tidak jauh berbeda dengan manusia umumnya. Telinganya lancip seperti kurcaci, kepalanya polos tanpa satu helai rambut pun. Begitu juga di seluruh tubuhnya yang hanya terbungkus sehelai celana yang mirip celana dalam. Matanya merah menyala dengan sorotnya yang tajam menusuk ulu hati.

Melihat pemandangan seperti itu, spontan saja isteriku lemas. Kaki dan tangannya seperti tak bertulang. Ia tak sanggup menggerakan badannya. Tapi matanya mampu melihat dengan seksama wujud apa yang ada di hadapannya. Untung saja ia tidak pingsan dan dia teringat pesanku kalau melihat hal-hal aneh yang berbau mistis, segera istighfar dan memohon perlindungan dari Allah SWT.

Sinar putih misterius itu kembali muncul, sama seperti sebelumnya, saat isteriku hampir dicelakai oleh ular siluman di kamar mandi. Uniknya, sinar putih misterius ini membentuk wujud menjadi jin muslim yang dahulu pernah mendampingi salah satu leluhurku yang sampai sekarang masih sering aku kirimi doa.

Jin muslim itu dikenal dengan nama Guru Sakti yang berasal dari Baghdad. Beliau telah berusia ribuan tahun dimana aku sendiri kurang begitu tahu berapa usia tepatnya. Yang aku tahu pasti kalau jin tersebut ada lah peliharaan salah satu leluhurku yang kemudian terus menjaga keluarga kami secara turun-temurun.
"Assalammu’alaikum." sapa jin tersebut tetap dengan keramahan dan wibawanya.

"Wa’alaikum salam." jawab isteriku masih dengan gemetaran menatap makhluk aneh itu. Kemudian tanpa basa-basi, Guru Sakti segera menyerang makhluk yang hendak mencelakai isteriku itu. Cukup dengan satu hantaman, makhluk menyeramkan itu raib dari pandangan, sama seperti ular siluman sebelumnya.

Isteriku hanya mampu memandang takjub fenomena gaib di hadapannya tanpa mampu berkedip. Setelah itu, Guru Sakti berpamitan pada isteriku sebelum ikut menghilang begitu saja seperti makhluk menyeramkan itu.

Tak lama kemudian aku pun kembali dari mengantarkan rekanku itu dan tentu saja para pembaca setia Misteri dapat menebak kejadian selanjutnya yang menimpaku. Bukan aku melihat siluman yang menyeramkan, melainkan muka seram itu adalah isteriku yang langsung membombardirku seperti senapan mesin yang tak habis-habisnya.

Begitulah nasibku yang selalu saja terlambat dan menjadi umpan kemarahan isteri. Dia memarahiku karena menurutnya aku lebih memperhatikan temanku daripada dirinya yang hampir saja celaka. Akhirnya dengan masih ngomel, dia kelelahan dan tertidur. Waktu menunjukkan pukul 00.30 WIB, segera aku melaksanakan sholat hajat 2 raka’at guna meminta petunjuk dari Allah SWT apa yang sebenarnya terjadi pada isteriku.

Adalah suatu keanehan jika 2 hari berturut-turut isteriku hampir dicelakai dua makhluk aneh. Aku curiga kalau makhluk-makhluk ini merupakan kiriman dari seseorang yang mungkin tidak menyukai kami. Setelah sholat, aku pun mengamalkan doa-doa khusus dengan harapan semoga aku diberi petunjuk oleh Yang Maha Kuasa yang tiada lain Allah SWT.

Dikarenakan kantuk yang mendalam, aku tertidur tanpa aku sadari. Alhamdulillah saat tertidur itu aku mendapatkan petunjuk mengenai peristiwa yang menimpa isteriku. Didalam mimpiku, aku ditemui kakekku yang berada di kampung. Beliau datang dengan mengenakan jubah dan sorban putih serta didampingi oleh seseorang yang tidak begitu jelas.

Dalam mimpi itu, kakekku berucap bahwa ada seseorang yang sakit hati karena isteriku dahulu memilih menikah denganku dan bukan dengan dirinya, sedangkan dia sangat mencintai isteriku.

Seperti pepatah orang tua dahulu yaitu "Batas kebencian dan cinta sangatlah tipis, setipis kulit ari," jadi itulah yang tejadi. Rasa cinta yang mendalam menjadi sebuah dendam. Namun karena kekuatan doa-doa yang biasa aku amalkan, orang yang bermaksud mencelakai aku tidak mampu mendekatiku dan akhirnya dia marah dan menyerang isteriku.

Mendengar hal tersebut, aku menjadi sangat geram. Menurutku lelaki itu sangat pengecut karena tidak berani berhadapan langsung dengan aku malah melalui alam gaib. Awalnya aku hendak membalas semua perbuatannya, namun kakekku mengingatkan aku untuk lebih mendekatkan diri saja kepada Allah SWT, karena mantan kekasih isteriku akan kembali mencelakai kami dengan serangan lainnya yang lebih kuat.

Sekarang dia telah bersekutu dengan iblis yang membantunya mencelakai kami. Sebelum berpamitan, kakekku berpesan agar aku jangan sampai meninggalkan satu sholat pun. Aku terbangun oleh suara adzan yang semakin jelas di telingaku dan aku mencium aroma wewangian yang akrab sekali di penciumanku.

Ini adalah wewangian yang biasa dipakai oleh kakkeku saat hendak menjalankan sholat Jum’at. Allahu Akbar... Aku segera menunaikan sholat Subuh. Usai menunaikan shalat, aku mengambil sebilah keris pusaka peninggalan leluhurku. Aku bermaksud ingin menusuk siapa saja yang hendak kembali mencelakai isteriku.

Tekadku bulat, aku harus menyelamatkan isteri dan jabang bayiku. Apapun yang akan mencelakai keluargaku aku tak akan gentar menghadapinya. Namun setelah beberapa lama kutunggu, tidak ada sa¬tu pun makhluk yang muncul mendekati.

Hari ini aku pulang dari kantor lebih cepat dari isteriku yang sering lembur karena bos-nya yang orang asing sungguh tidak memperdulikan apakah karyawannya hamil atau tidak, tetap saja diharuskan kerja lembur. Terkadang aku kasihan juga dengan isteriku.

Saat aku menutup pintu, tiba-tiba dadaku berdegup kencang sekali dan timbul rasa gelisah yang tiba-tiba menyelimuti hatiku. Dadaku panas seperti terbakar api. Pakaian yang aku kenakan basah oleh keringat yang mengucur dengan derasanya. Aku segera mengucapkan Asma Allah dan Alhamdulillah kondisi tubuhku kembali normal.

Aku membaca doa untuk membuka tabir alam gaib dan benar seperti dugaanku karena di hadapanku ada ratusan makhluk-makhluk yang sangat menyeramkan dan siap menyerangku. Tanpa berpikir panjang, aku segera merapal ilmu Si Gentar Alam, sebuah ilmu yang sangat legendaris.

Ilmu dari Bumi Sriwijaya ini diturunkan oleh pamanku beberapa tahun lalu. gagahku diturunkan Amir Hamzah, kuatku diturunkan Baginda Ali, bergetar sekalian musuhku, bergemuruh bumi dan langitku bila ku kehendaki, dengan seizin-Mu ya Allah ya Robbi ya Tuhanku Hak kata Allah.

Dengan penuh kepasrahan dan keyakinan aku berserah diri kepada Allah SWT. Aku menghentakan kakiku ke bumi sebanyak tiga kali ke tanah dan tiba-tiba dari tubuhku keluar cahaya putih yang sangat menyilaukan menghantam satu persatu makhluk menyeramkan itu yang hendak menyerangku.

Dikarenakan terlalu silau, aku tak dapat melihat kejadian di sekelilingku, hanya suara rintihan dan teriakan kesakitan serta dentuman keras. Setelah semuanya mereda, pandanganku kembali ke alam nyata. Kemudian aku ucapkan puji syukur atas pertolongan Allah SWT karena berkat izin-Nya lah aku dapat mengalahkan makhluk-makhluk menyeramkan itu.

Pocong Itu Ternyata Kiriman Santet

Pocong Itu Ternyata Kiriman Santet

MyMisteri Leony Li
- Tanah kuburan Panguragan yang terletak di Desa Panguragan, Kecamatan Arjawinangun, Kabupaten Cirebon, memang sudah lama tersohor di seantoro Jawa Barat (Jabar) dapat menjadi media ilmu gaib.

Banyak kalangan dukun aliran sesat menggunakan tanah kuburan Panguragan sebagai media guna-guna untuk menghancurkan usaha seseorang. Guna-guna tanah kuburan Panguragan terkenal ganas serta sangat jarang ada pengusaha yang sanggup bertahan.

Setiap pengusaha yang tempat usahanya ditanami tanah kuburan Panguragan dalam waktu singkat dijamin bangkrut. Bukan hanya bangkrut, bahkan pengusaha bersangkutan dililit hutang dalam jumlah besar hingga menjual bangunan tempat usaha.

Sejumlah pakar kebathinan di Kota Cirebon yang sempat dimintai komentarnya seputar keganasan guna-guna tanah kuburan Panguragan, rata-rata mereka mengaku sudah mendengar kabar tersebut sejak lama, bahkan mulai kakek buyutnya. Dengan demikian, tanah kuburan Panguragan termasuk guna-guna cukup tua di Tatar Jawa Barat.

Karena ganasnya guna-guna tanah kuburan Panguragan, tidak aneh jika jadi momok menakutkan bagi kalangan pengusaha, terutama pedagang. Ki Anomjati Sanggabumi, seorang supranaturalis muda cukup tersohor di Kota Cirebon, sewaktu dihubungi Penulis di Villa Kecapi Mas, Kelurahan Harjamukti, Kota Cirebon membenarkan kabar seputar penyalahgunaan tanah kuburan Panguragan untuk media guna-guna penghancur usaha.

"Penyalahgunaan tanah kuburan Panguragan jelas menyalahi syarat Islam, sehingga dukun dan pihak yang menyuruhnya sangat berdosa secara habluminallah maupun hablumminanas dan sebaiknya hindari cara-cara sesat semacam itu," kata Ki Anomjati Sanggabumi.

Ken Nagasi, seorang budayawan sekaligus pemerhati dunia gaib cukup terkenal di Kabupaten Cirebon mengaku prihatin atas praktik kotor semacam itu. Sewaktu dihubungi di Sanggar Budaya "Nyi Mas Gandasari" yang berlokasi disekitar Stadion Bima, pria tampan warga Desa/Kecamatan Sindanglaut, Kabupaten Cirebon ini kerap mengurut dada tiap kali dia mendengar keluhan para mantan pengusaha kenalannya yang bangkrut akibat praktik dukun sesat menggunakan media tanah kuburan Panguragan.

"Kenapa mesti menyengsarakan orang lain demi kepuasan diri sendiri? Kenapa tidak bersaing secara sehat melalui pemantapan manajemen?" Sesal Ken Nagasi. Ibarat pepatah, tak ada penyakit yang tak ada obatnya.

Jika diibaratkan penyakit, guna-guna tanah kuburan Panguragan ternyata punya tandingan. Jika belum gulung tikar, kondisi tempat usaha atau perusahaan yang ditanami tanah kuburan Panguragan dapat dinetralisir dengan ditaburi pada keempat sudut bangunan itu menggunakan pasir kali Bayalangu.

H. Sator, seorang pakar supranaturalis terkenal di Desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik, Kabupaten Cirebon, mengaku sudah sering menolong pengusaha yang terkena guna-guna tanah kuburan Panguragan.

Melalui media pasir kali Bayalangu yang sudah dirituali, secara alamiah dapat menetralisir pengaruh negatif tanah kuburan Panguragan. Kecuali ada penanaman ulang dari pihak yang melakukannya, maka mesti dilakukan penaburan ulang pasir kali Bayalangu.

"Tanah kuburan itu pun tidak bisa asal ambil oleh sembarang orang, melainkan hanya bisa diaktifkan aura negatifnya oleh orang yang ahli di bidang itu. Begitu pula pasir kali Bayalangu, dan secara kebetulan saya mewarisi ritual pasir kali Bayalangu dari ayah saya," terang H. Sator.

Konon, dampak yang ditimbulkan bagi korban guna-guna tanah kuburan Panguragan bukan hanya mengalami kebangkrutan usaha, namun sepanjang malam mendapatkan teror gaib sangat mengerikan. Salah satunya seperti dialami Udi bin Ujang, warga Kelurahan Karangmalang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, Jabar.

Dia bukan saja kehilangan kios kue kering miliknya di "Pasar Baru" Tanjungpura karena dijual dan menanggung hutang sekitar 20 jutaan namun, dia kini mesti mengais rezeki di Arab Saudi sebagai driver.

Berikut ini adalah kisah nyata yang dituturkan oleh Udin bin Ujang kepada Penulis.

Sejak Jumat Kliwon hingga Sabtu Legi (18 - 19 Januari 2008), Ujang duduk termenung di teras gedung pertemuan kompleks "Kinasih" di Jalan Tapos, Kecamatan Cimanggis, Kabupaten Depok.

Saat itu dia bersama tiga rekannya masing-masing Toto, Sutejo dan Hendi mengantar Drs. Khairuddin yang tengah mengikuti Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dengan Presdir PT. Guswara Intertaint, Agus Winarko,MSc.

Pria yang usianya beranjak senja dan berbadan subur itu memisahkan diri dari hiruk-pikuk ratusan orang pengantar para peserta Rakernas. Wajah yang sudah dipenuhi kerutan itu tampak kuyu seakan menyimpan duka nestapa teramat berat.

Ujang duduk diatas tikar dibawah rindangnya pohon beringin hingga memasuki dinihari. Pemandangan semacam itu, tentu saja sangat kontras dan sangat tak lazim.

Dia seperti berupaya memuntahkan kegalauan hatinya seputar perjalanan usaha putra sulungnya yang kini bangkrut dan gulung tikar. Padahal, sejak "Pasar Lama" yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Lemah Abang, Kecamatan/Kabupaten Indramayu itu terbakar pada Selasa (11 Juli 1995) pukul 09.00 WIB dan para pedagang direlokasi ke pasar baru yang terletak di Jalan Tanjungpura, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan/Kabupaten Indramayu, secara bertahap kios kue kering milik Udi, anaknya, mengalami kemajuan. Setidaknya hingga 2005 silam, kios kue itu sangat populer dan setiap harinya selalu dijejali pembeli.

Menyaksikan kemajuan usaha Udi, sejumlah kios yang semula menjual dagangan lain diganti menjadi kios kue kering. Akibatnya, persaingan pun semakin ketat sehingga calon pembeli kue kering tersebar ke berbagai kios yang ada di Pasar Baru. Sejak saat itu, dari waktu ke waktu, jumlah pembeli ke kios Udi terus berkurang. Tetapi, bagi Udi hal itu dianggap sesuatu yang lumrah sesuai dengan hukum pasar.

Sekitar awal 2006, naluri Udi menangkap ada hal yang tidak wajar, terutama setelah mendapatkan kiosnya benar-benar sepi. Bayangkan, omzet dalam sehari hanya cukup buat menutupi kebutuhan dapur keluarga.

Tragisnya, puluhan orang pelanggan kabur sambil membawa utang dalam jumlah besar. Hal ini membuat Udi kalang kabut mencari dana pinjaman buat menambal modal yang berkurang akibat ulah para pelanggan yang nakal itu.

"Bukan itu saja, pada bulan ke tiga 2006, Udi anak saya dan keluarganya merasakan suatu gangguan gaib yang menciptakan rasa takut," kisah Ujang dengan pandangan menerawang jauh.

Masih dalam bulan yang sama, sejumlah pedagang skoteng, bakso dan lainnya yang biasa mangkal malam hari disekitar Pasar Baru Tanjungpura sempat menggunjingkan peristiwa gaib di sekitar kios kue milik Udi. Mereka kerap menyaksikan sosok pocong alias mayat hidup berkeliaran diteras kios kue milik Udi.

Gunjingan itupun akhirnya masuk ke telinga Udi. Untuk membuktikannya, pada dinihari sekitar pukul satuan, seorang diri Udi menyelinap ke lorong (los) Pasar Baru Tanjungpura yang berjarak sekitar satu kilometer dari rumahnya.

Karena sudah dinihari, suasana pasar sangat sepi. Kalau pun ada aktivitas hanya di sisi jalan alternatif penghubung Polsekta dengan Markas Polres Indramayu, dimana terdapat warung nasi yang buka 24 jam.

Malam itu, berselang dua kios dalam posisi berseberangan, Udi mengambil tempat pengintaian yang dirasa aman. Untuk bersembunyi, dia duduk dibalik tumpukan bekas kotak gula yang sudah kosong.

Berkat losion anti nyamuk, dia terbebas dari serangan serangan haus darah itu. Lewat bantuan cahaya dari sudut kios, diliriknya jarum jam tangan, saat itu sudah menunjuk pukul 01:15-Wib. Sepasang matanya menatap lurus kearah kiosnya yang sengaja tidak diberi penerangan sehingga suasana temaram sisa lampu dari kios lain di sebelahnya.

Dia meragukan gunjingan para pedagang ketika merasakan pantatnya mulai penat akibat terlalu lama duduk diatas lembaran kardus bekas. Ketika terlintas niat untuk pulang, detak jantung Udi mendadak terpacu.

Pandangannya lebih dipertajam. Ternyata benar, samar-samar dia menyaksikan sosok mayat terbungkus kafan muncul dari balik tumpukan kardus bekas snack yang disimpan di teras kios.

Pocong itu bergerak lembut dan makin lama makin jelas setelah terkena sisa cahaya lampu dari kios sebelah. Rasa takut pun mulai merasuk ketika pocong itu terlihat gelisah. Kepala pocong menoleh ke berbagai arah diikuti gerakan tubuhnya. Udi yakin, keberadaannya sudah diketahui makhluk alam gaib itu, sehingga sepasang sandal jepit pelan-pelan dia lepas.

Nalurinya memang tepat. Pocong itu melompat-lompat tertuju ke tumpukan bekas kotak gula dimana Udi bersembunyi. Ketika jaraknya tinggal beberapa meter lagi, sekuat tenaga Udi melompat dari balik tumpukan bekas kotak gula lantas lari menjauhi arah datangnya pocong. Udi lari secepat yang dia mampu menuju ke arah warung nasi.

Tanpa perduli terhadap tiga tukang becak yang duduk santai dibangku kayu, Udi menerobos memasuki warung dan disambut pekikan kaget pelayan yang tengah terkantuk-kantuk.

Keesokan paginya, peristiwa itu dia ceritakan kepada istrinya lalu kepada ayahnya. Ujang yang awam soal makhluk gaib, hanya memberi saran supaya anaknya lebih mendekatkan diri kepada Tuhan dan memperbanyak wirid.

Dari kios kue, teror itupun berpindah ke rumah Udi. Nyaris tiap malam, isteri dan dua anaknya diteror suara-suara aneh dari serambi rumah bahkan terkadang disertai bau busuk menerobos melalui celah daun jendela. Atas desakan isteri dan anak-anaknya, Udi minta izin kepada ayahnya untuk numpang tidur sambil mencari jalan keluar.

Ujang tidak bisa menolak permintaan putranya, sehingga merelakan kamar depan yang bersisian dengan ruang tamu ditempati Udi bersama keluarganya. Sedangkan siang harinya, Udi membawa keluarganya kembali ke rumahnya yang hanya beda gang dengan rumah orangtuanya itu. Malam Selasa Kliwon bulan ke enam 2006, Ujang gelisah di tempat tidurnya.

Udara awal musim kemarau membuat gerah tak tertahankan. Untuk mendapatkan udara segar, Ujang membuka daun pintu depan lalu duduk santai di kursi ruang tamu. Saat jarum jam menunjuk pada angka 02:00 dinihari, muncul Udi dari ruang kholwat (tempat solat) yang bersatu dengan kamar dapur.

Udi saat itu masih mengenakan sarung, peci dan baju koko serta tangan kanan masih memutar tasbih. Keringat membasahi kening. Rupanya Udi pun tak tahan kegerahan di ruang kholwat, sehingga memilih melanjutkan wiridnya di ruang tamu.

Angin malam lumayan sejuk menerobos memasuki celah daun pintu yang terbuka seperempat bagian. Di atas kursi busa yang mulai usang, Ujang menyandarkan punggung dan meletakkan tengkuknya.

Aroma kantuk mulai merasuk. Sambil terkantuk-kantuk, Ujang mengamati bagian ujung pintu pagar besi halaman rumah lewat celah daun pintu. Sedangkan disampingnya, Udi masih melanjutkan bacaan wiridnya.

Dirasa tubuhnya mulai segar serta aroma kantuk mulai tak tertahankan, Ujang bermaksud menutup daun pintu dan akan membanting punggung diatas kasur melanjutkan tidur.

Belum sempat mengangkat pantat, lewat celah daun pintu dia melihat ujung pintu pagar besi bergerak diiringi deritan lembut. Entah datang dari mana, ruang tamu dalam sekejap sudah dipenuhi bau busuk sangat ganjil.

Bau busuk semakin menyengat. Belum sempat menduga-duga siapa orang yang akan bertamu, daun pintu ditabrak dari luar hingga membentur tembok menimbulkan suara gaduh. Suara benturan daun pintu dengan tembok kontan mengejutkan Ujang dan Udi. Yang lebih mengejutkan, di ambang pintu sudah berdiri sesosok mayat hidup alias pocong.

Lewat cahaya lampu neon ruang tamu yang terang benderang, Ujang menyaksikan kafan yang masih lengkap dengan ikatannya itu sangat kusam penuh lumpur hitam. Kulit wajah makhluk itu tidak utuh lagi.

Sangat rusak, penuh borok-borok serta belatung bergerak lembut pada sepasang rongga matanya. Dari lubang mulut dan hidungnya meluncur lenguhan seperti sedang menahan marah.

Makhluk itu bukan menatap Ujang melainkan menghadap lurus ke arah Udi. Diiringi lenguhan keras, makhluk itu menerjang ke arah Udi. Ujang tak mampu berbuat banyak selain berjuang mempertahankan kesadarannya supaya tidak pingsan.

Diserang makhluk seseram itu, secara refleks, sekuat tenaga Udi menjejakkan sepasang kakinya ke atas lantai. Akibatnya, kursi yang dia duduki terbalik dan tubuh Udi terjengkang kebelakang lantas jatuh terduduk.

Udi hanya mampu membuka mulut, tapi lafadz ayat Qursy sama sekali tidak pernah mau keluar. Yang meluncur dari kerongkongannya hanya suara menyerupai orang gagu. Air hangat sangat deras mengucur dari balik kain sarung. Akibatnya dia berkubang pada genangan air kencingnya sendiri. Sama halnya ayahnya, Udi pun hanya berjuang agar jangan sampai pingsan.

Dia yakin, makhluk itu bukan semata menakut-nakuti melainkan mengancam jiwanya. Saat jaraknya tersisa beberapa senti lagi, Udi ingat kalau tasbih di genggamannya itu pemberian dari seorang ustadz.

Dia berharap benda itu bukan semata alat penghitung wirid. Tanpa berharap banyak, tangan kanan yang semula menyanggah tubuhnya yang jatuh terduduk dia angkat tinggi-tinggi menyongsong terjangan pocong sambil merapatkan kelopak mata.

Dia sudah benar-benar pasrah. Benaknya berkata, mungkin hanya dalam hitungan detik, lehernya akan digigit makhluk itu sehingga urat nadinya putus lalu mati. Tapi hingga belasan detik berlalu, tak ada sesuatu yang menyentuh lehernya. Ditunggu beberapa menit berikutnya tak ada serangan mematikan dari makhluk berwujud pocong itu.

Udi menjerit ketika lengannya dibetot sangat keras. Ketika membuka mata, ayahnya tengah berjuang mengangkat tubuhnya. "Pocong tadi terpental saat menyentuh tasbih di genggamanmu! Ayo. bangun!" Kata Ujang, setengah membentak. Udi langsung bangkit dan melompat menuju ambang pintu. Tergopoh-gopoh daun pintu dibanting hingga tertutup rapat sekaligus menguncinya. Anak beranak itupun hanya mampu berpandangan.

Udi baru sadar kalau sarungnya basah kuyup setelah diberitahu ayahnya, maka buru-buru dia ke kamar mandi. Keesokan harinya, dengan diantar ayahnya, Udi menyambangi seorang ulama di Lohbener.

Ujang menyerahkan sisa tanah bekas pocong yang tercecer diatas lantai ruang tamu. H. Abbas, sang ulama, menggenggam sisa tanah hitam itu sambil memejamkan mata dan bibir komat-kamit. Mendadak keningnya berkerut tajam lalu membuka kelopak matanya.

"Makhluk itu khodam guna-guna tanah kuburan Panguragan. Untung kalian tidak sampai pingsan, jika sampai pingsan, naudzubillah, hanya Allah yang tahu terhadap batas umur makhlukNya," terang H. Abbas. Sesaat berikutnya, H. Abbas minta izin masuk ke kamar kholwat. Belasan menit kemudian muncul lagi dengan wajah penuh keringat.

Dengan suara serak, H. Abbas menyarankan agar kios kue itu secepatnya dijual. Menurut mata bathinnya, kios itu sudah ditanami tanah kuburan Panguragan sejak enam bulan lalu.

Tapi, ulama khos itu tidak bersedia menyebutkan identitas orang yang telah mengguna-gunai kios Udi. Atas saran H. Abbas, sebulan kemudian kios itu dijual murah kepada pemilik kios di sebelahnya.

Uang hasil menjual kios itu digunakan oleh Udi untuk mengurangi utangnya. Dalam keadaan tak punya modal sesenpun, Udi terpaksa ikut kerja jadi kuli bangunan hanya sekadar untuk menutupi kebutuhan dapur, dan sejak awal 2007, Udi terbang ke Arab Saudi menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bagian driver.

Dwi Prasetyo Menjadi Korban Santet

Dwi Prasetyo Menjadi Korban Santet

MyMisteri Leony Li
- Malang benar nasib Dwi Prasetyo, pemuda asal Blitar berumur 25 tahun itu. Dwi terancam buta. Bagaimana tidak Ada 53 batang jarum bersarang di kepalanya. Irwan Prambodo, paman Dwi mengatakan keponakannya itu kondisinya sangat memprihatinkan. Makin hari daya penglihatannya kian berkurang. "Kondisinya memprihatinkan. Penglihatannya sudah semakin berkurang. Begitu juga dengan pendengaran," katanya dengan wajah prihatin.

Menurut Irwan yang ditemui di rumahnya di Kelurahan Sanan Wetan, Kota Blitar, Selasa (13/11/2012), keponakannya itu sejak kecil tumbuh dengan sehat. Tak pernah mengalami penyakit aneh-aneh seperti sekarang ini. Namun perubahan mulai terlihat sejak 2007 silam. Dwi sering mengalami sakit kepala hebat bahkan sampai muntah darah.

Pihak medis yang memeriksa kondisi Dwi kaget. Dari hasil rontgen diketahui ada puluhan jarum bersarang di dalam kepalanya. Keluarga tak pernah tahu dari mana asal usul jarum tersebut.

Akibat bersarangnya jarum tersebut, Dwi mengalami kesulitan bernapas melalui hidung, pandangan mata makin berkurang, dan sakit di tenggorokan. Sehari-hari Dwi lebih banyak bernapas menggunakan mulut. Pihak keluarga menduga, Dwi menjadi korban ilmu hitam dari orang yang tidak suka pada korban.

Dwi adalah anak kedua dari 3 bersaudara pasangan Edi Efendi (55) dan Mariyani (53). Ayahnya telah lama meninggal. Sementara sang ibu hidup dari berjualan makanan kecil. Kini sang ibunda hanya bisa pasrah dan berharap anaknya bisa lekas sembuh.

Setelah seorang paranormal asal Surabaya mencoba menyembuhkan Dwi Prasetyo (25), pemuda asal Kota Blitar, Jawa Timur, yang diduga menjadi korban ilmu hitam atau guna-guna karena terdapat 53 benda asing mirip paku di kepalanya.

"Kemarin ada paranormal dari Surabaya datang. Ia sempat melihat anak saya dan membaca doa. Kami berharap, Dwi segera sembuh," kata Ibunda Dwi, Mariyani (53) di Blitar, Jumat (16/11). Demikian ditulis Antara.

Ia senang dengan kedatangan orang yang mengaku paranormal itu. Bahkan, paranormal itu datang tanpa mengharap imbalan uang. Kedatangannya, setidaknya menjadi obat dan harapan baru bagi keluarga akan kesembuhan anaknya. Namun, ia tidak mengenal paranormal itu, karena ia datang dan hanya bilang ingin menyembuhkan anaknya.

Walaupun sampai saat ini belum ada kejelasan secara medis tentang sakit yang diderita anaknya, kedatangan paranormal itu menjadi harapan baru bagi kesembuhan anaknya. Ia berharap, anaknya bisa pulih dan normal.

Ia juga menyebut, keluarga juga akan mematuhi anjuran dokter dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mardi Waluyo Kota Blitar yang akan merujuknya ke Malang. Sesuai dengan pemeriksaan yang dilakukan awal pekan lalu, dokter menyarankan agar Dwi dibawa ke Malang untuk dilakukan operasi.

Pihak rumah sakit menyebut perlengkapan di rumah sakit kurang memadahi untuk melakukan operasi di kepala Dwi. Keluarga sudah menyiapkan untuk keperluan pengobatan di antaranya mengajukan kartu jaminan kesehatan. Mereka termasuk keluarga yang kurang mampu, sehingga memang mengajukan bantuan perawatan pada pemerintah.

Irwan Prambodo, paman Dwi menyebut keluarga sudah berusaha untuk membuat kartu jaminan kesehatan. Dengan itu, mereka bisa mendapatkan pengobatan secara gratis dan hanya memikirkan untuk biaya transportasi. "Kalau pengobatan gratis, karena ada bantuan dari pemerintah. Kami berharap, Dwi segera pulih dengan pemeriksaan ini," kata Irwan.

Kondisi Dwi, pria asal Kelurahan/Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar, itu cukup memprihatinkan. Ia diduga menjadi korban guna-guna dari orang lain setelah ditemukan adanya 53 benda asing mirip paku di kepalanya. Temuan itu berdasarkan pemeriksaan di RSUD Mardi Waluyo. Dokter pun tidak bisa menjelaskan mengapa benda-benda asing itu bisa ada di kepala Dwi.

Kejadian yang menimpa Dwi itu sejak 2007 lalu. Awalnya, Dwi menderita sakit kepala hebat bahkan sampai muntah darah. Keluarga sempat membawanya dan mereka kaget ternyata ada benda asing di kepala Dwi. Sejak itulah, kesehatannya juga semakin turun.

Selain wajahnya sudah tidak simetris terutama di bagian mata dan mulutnya, ia juga mengalami kesulitan bernafas. Ia memanfaatkan mulutnya untuk bernafas daripada hidungnya. Begitu juga dengan mulut. Ia kesulitan untuk makan. Ia hanya mengonsumsi makanan lembut seperti bubur, karena tenggorokannya juga sakit.