Showing posts with label Kuntilanak. Show all posts
Showing posts with label Kuntilanak. Show all posts

Kisah Mengerikan Saat Kuntilanak Hamil Meneror Warga

Kisah Mengerikan Saat Kuntilanak Hamil Meneror Warga

MyMisteri Leony Li - Jika mendengar kuntilanak mungkin sudah bukan hal aneh lagi bagi masyarakat Indonesia, Legenda kuntilanak memang hampir mirip dengan hantu langsuir yang dikenal di Asia Tenggara, terutama di nusantara Indonesia.

Memang makhluk gaib yang satu ini sering terdengar maujud di desa-desa, mungkin karena kematiannya yang tidak wajar sehingga arwahnya tidak tenang dan ingin menuntut balas atas kematiannya. Simak kisah selengkapnya dibawah ini.

Pada 16 tahun yang lalu, Surabaya tidaklah seramai sekarang. Ketika itu kawasan Surabaya bagian barat masih sepi dan hanya alang-alang saja yang banyak tumbuh di sana.

Saat itu ada peristiwa yang menggemparkan, dimana ada seorang wanita berusia 20 tahun yang tengah hamil empat bulan ditemukan tewas di tengah bulak yang penuh ditumbuhi alang-alang.

Seminggu kemudian sejak kematiannya, warga digegerkan dengan kemunculan kuntilanak. Diduga, arwah sang gadis yang tewas itu menjelma menjadi kuntilanak. Gadis yang meninggal dengan bekas cekikan pada lehernya itu ditemukan pada pertengahan tahun 1998.

Kabarnya, dia dibunuh oleh pacarnya sendiri yang tidak mau bertanggungjawab terhadap kehamilannya. Kematian tak wajar itu ternyata berbuntut panjang.

Satu minggu setelah kematian gadis tersebut, warga mulai merasakan teror yang menakutkan. Beberapa rumah warga pada saat tengah malam, pernah diketuk oleh sosok makhluk ini. Setelah pintu itu dibuka, tidak ditemukan siapapun juga.

Sejak munculnya ketukan gaib itu, warga mulai menduga jika arwah sang gadis menjelma menjadi kuntilanak. Apalagi, sejumlah warga percaya jika orang yang sedang hamil dan mati tak wajar maka arwahnya akan gentayangan dan menjadi kuntilanak.

Peristiwa paling menakutkan pernah menimpa Warso (nama samaran) tukang ojek yang mangkal di daerah itu. Tepat pada malam Jumat, di tengah jalan dia dihentikan oleh seorang gadis yang minta diantar ke rumahnya. Warso pun menuruti kemauan sang gadis.

Anehnya, begitu sampai di rumah yang dimaksud, gadis itu lenyap. Warso pun memberanikan diri mengetuk pintu di rumah sebelahnya dan menanyakan tentang gadis tersebut. Namun, jawaban dari tetangga itu justru mengejutkan.

Sang gadis sudah mati sekitar tiga minggu yang lalu. Warso lemas. Dia tak menyangka telah mendapatkan penumpang arwah gentayangan. Bila ingat peristiwa itu, Warso menjadi enggan menarik ojek di tengah malam. Bagaimana menurut Anda Sahabat MyMisteri?

Sumber: memoarema.com

Pengalaman Mengerikan Saat Didatangi Kuntilanak Bermuka Rata

Pengalaman Mengerikan Saat Didatangi Kuntilanak Bermuka Rata

MyMisteri Leony Li - Kisah ini terjadi pada awal tahun 2006, aku masih ingat betul kejadiannya karena beberapa hari lagi aku akan menghadapi UN SMA. Aku mengenyam pendidikan SMA Negeri di pinggir kota Wonosobo.

Ayah serta Ibuku kebetulan Dinas di wonosobo pedalaman kalau dari kota membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam untuk menempuh perjalanan. Ibu dan Ayahku dinas sebagai PNS Guru SD Beliau berdua tinggal di sebuah Mess tua peninggalan Belanda. Aku diharuskan untuk kost karena jarak tempuh sekolah dengan rumah sangatlah jauh. Seminggu sekali aku harus pulang karena meminta jatah uang saku dll.

Kala itu hari sabtu, seperti biasanya setelah kemas-kemas aku langsung pamitan dengan Bapak Ibu Kost untuk pulang. Biasanya minggu sore saya sudah sampai ke kost. Saat itu aku pulang ke rumah pada waktu empat sore, tapi aku mendapati rumah tidak berpenghuni.

Saat itu hp aku kehabisan pulsa, karena bingung akupun sempatkan diri untuk menanyakan ketetangga mengenai kedua orang tua aku. Akhirnya dengan baik hati tetangga yang meminjamkan hp untuk sms Ayah, lalu terbalaslah sms ayah kalau ternyata mereka sedang besuk saudara di magelang.

Dan sepertinya tidak bisa pulang karena hujan, karena motor tua dan takut mogok dijalan, jadi terpaksa aku harus sendirian dirumah. Bukannya aku takut dirumah sendirian, tapi karena uang aku sudah habis mau beli pulsa sama belanjaan lain sudah tidak bisa.

Setelah hampir satu jam aku ngobrol sama tetangga dan pulang. Tidak terasa sudah Jam lima sore dan aku merasa sangat capek. Sambil kerjakan tugas tapi malah aku ketiduran, setelah bangun ternyata sudah jam 19:30, yang membuat aku terkejut adalah jendela masih terbuka lebar, dan perasaan aku saat itu sedikit suram.

Aku memang mempunyai beberapa teman pemuda di kampung sini dan tiba-tiba ada yang memanggil namaku "Lia.. Lia..", Syukurlah pikirku karena ada sahabat yang datang, tapi aku tidak tahu kenapa mereka bisa datang disaat aku ketakutan karena listrik padam.

Aku rasa ini adalah sebuah mukjizat Allah yang telah mengirimkan teman yang baik. Suasana jadi ramai, soalnya ada teman cewek juga namanya Teteh Wiwid. Mereka menemaniku sampai pada waktu 23:00 hingga listrik menyala.

Sebenarnya Teteh Wiwid dulu adalah murid ibuku dan hafal betul kalau aku aslinya penakut. Dia menawarkan untuk tidur dirumahnya tapi saat itu tugas sekolahku belum selesai makanya aku tolak tawarannya.

Setelah kepulangan mereka dan aku pun langsung menyelesaikan tugasku, setelah tugas selesai aku bergegas masuk ke kamar pojok yang memang tidak pernah ditidurin karena kamarnya beda dari kamar lainnya.

Setelah aku tutup pintu dan nyalakan lampu lima watt, alangkah terkejutnya aku setelah tahu ada kalungan bunga melati pengantin wanita yang masih segar. Saat itu aku berfikir mungkin saja ibuku habis menghadiri undangan pernikahan dan bunganya dibawa pulang.

Namun malam itu tidak seperti biasanya, aku merasakan hawa panas yang sangat panas, sangat beda pokoknya. Tapi aku tidak tahu pokoknya seingat aku ibuku sudah menyediakan selimut tebal sampai tak terpakai.

Selimut itu aku taruh di meja belajar karena tempat tidurku agak sempit. Posisi tidurku sengaja kepojok agar aku bisa sambil ngecharge hp dan kasur yang aku tidur memang berkapasitas untuk dua orang.

Saat itu badan aku tiba-tiba panas sekali tapi aku cuekin, karena aku hanya berpikir secara logis, bisa jadi suhunya berubah panas. Waktu telah menunjukkan 23:45. Aku tetap tidak bisa tidur tenang. Masih dalam keadaan tidur palsu (tidur dalam keadaan terjaga dan siaga) karena panas yang tak tertahankan.

Setelah 10 menit berlalu tidurku agak pulas dengan ditemani lampu 5 watt. Lalu apa yang terjadi? tiba-tiba dadaku merasa berat, nafasku merasa sesak dan telapak tanganku terasa dingin sekali seperti memegang es batu.

Lalu aku sedikit demi sedikit membuka mata langsung mengawasi tanganku. Alangkah terkejutnya aku melihat kuku-kuku yang panjang itu menggenggam jariku dan tanpa pikir panjang lagi mataku yang menunduk langsung aku arahkan ke pandangan depan.

Betapa terkejutnya aku ternyata ada makhluk kuntilanak muka rata berambut panjang gaunnya sampai menyelimuti badanku. Saat itu aku masih gemetar merasakan sesak tangannya pun tak mau melepaskan tanganku.

Sebuah pemandangan yang cukup mengerikan, mau lari tapi kukunya yang runcing menggenggam jariku. Aku terbata-bata seakan tidak percaya melihat penampakan yang ada dihadapanku.

Hampir satu jam aku berhadapan dengannya aku mengawasi betul wajah dan badannya yang melayang, dalam keadaan panik doa pun tidak bisa cuma dalam hati aku melafalkan Allahuakbar begitu seterusnya.

Alhamdulillah keadaan menjadi dingin sekali dan kuntilanak itu tiba-tiba hilang dari pandangan mata, aku masih ingat saat itu pukul 02:00 pagi. Aku langsung lari terbirit-birit minta pertolongan sampai lari 500 meter tanpa sandal minta tolong dan pas pingsan di depan rumah seorang warga yang kebetulan adalah kepala sekolah ibuku.

Aku ketakutan histeris belum bisa mengenali siapapun waktu itu, kemudian kepsek yang kenal ibuku saat itu juga meminta ibuku untuk pulang kerumah. Setelah jam 5 pagi ibuku sudah sampai rumah mencari keberadaanku.

Kemudian setelah matahari muncul aku baru mau pulang rumah, aku masih trauma dengan kejadian itu, ibuku mendapati rumah terkunci dari dalam. Apa yang terjadi? seingatku waktu aku lari pun rumah dalam keadaan terbuka.

Setelah dipaksa buka pintunya alangkah terkejutnya bahwa kamarku dan buku-buku sekolahku berantakan sekali, selimut yang tak terpakai berserakan di lantai, lalu seketika aku sadar aku tanya sama ibu "ibu kok naruh bunga melati di kamar?" ibuku bilang tidak ada sama sekali dan itu pun setelah aku lihat kekamar dan bunganya sudah tidak ada.

Tidak tahu apa yang terjadi pokoknya pengalaman ini tidak pernah bisa aku lupakan seumur hidupku dan kini sudah hampir 8 tahun berlalu. Setelah kejadian itu aku tidak pernah sekali pun menginjakkan kakiku kerumah itu.

Dan kini aku telah membeli sebuah rumah untuk ibuku, mereka semua sudah pindah ke magelang dan minta mutasi kerja. Aku ingat betul, bagaimana aku saat itu pingsan tiba-tiba dan dikerumuni banyak orang.

Hikmah yang bisa kita ambil adalah jangan lupa berdoa sebelum tidur biar tidak diganggu oleh hal-hal mistik dan semoga kita semua bisa memetik pelajaran dari kisah ini. Terima kasih atas kiriman ceritanya, dan dari sini MyMisteri turut mendoakan anda dan tetap dilindungi oleh maha pencipta.

By: Lia Agista Setyawati

Kisah Mengerikan Saat Ditertawakan Oleh Kuntilanak

Kisah Mengerikan Saat Ditertawakan Oleh Kuntilanak

MyMisteri Leony Li - Kisah ini diceritakan dari salah seorang petugas kamar mayat yang mengalami hal-hal misteri, seperti halnya kamar mayat memang menjadi moment tersendiri dengan keangkerannya, berbagai penampakan yang sering kita dengar dan bahkan dari suara-suara yang tidak tahu sumbernya.

Seperti dikutip dari tribunnews. Kecelakaan Maut di Puncak Menjadi petugas yang membersihkan mayat selama 20 tahun bukanlah waktu yang singkat. Namun selama dalam pekerjaannya, Surya (54) yang bertugas sebagai petugas yang membersihkan mayat mengaku baru sekali ditertawakan kuntilanak.

Surya yang sehari-harinya bekerja sebagai petugas pembersih mayat di RS Paru Goenawan Partowidigdo, Cisarua Bogor, mengatakan dia masih ingat kejadian saat dirinya ditertawakan kuntilanak saat memandikan mayat.

"Waktu itu kalau tidak salah tahun 2006, waktu saya lagi cuci bekas darah di tubuh mayat. Tetapi cuma itu sekali. Setelah itu tidak ada lagi," ujar Surya.

Walaupun pernah mengalaminya, Surya mengaku tidak takut dengan hal-hal seperti itu. Menurutnya, dia sudah diajarkan doa-doa saat hendak memandikan jenazah, sehingga tidak perlu merisaukan hal-hal seperti itu.

"Waktu pertama kali memandikan mayat, memang saya ngeri. Tetapi setelah memandikan tiga sampai empat mayat, sudah terbiasa," kata Surya yang akan pensiun dua tahun lagi di rumah sakit tersebut.

Surya menambahkan, dalam semalam ia paling banyak memandikan empat mayat. Rata-rata mayat yang dimandikannya adalah korban kecelakaan. "Kalau ditotal semuanya, mungkin sudah ada 100 mayat yang saya bersihkan," jelasnya.

Sumber: tribunnews

Tiga Tempat Paling Angker di Pekanbaru

Tiga Tempat Paling Angker di Pekanbaru

MyMisteri Leony Li - Mungkin banyak sekali sahabat MyMisteri yang kurang tahu dimana tempat yang sangat angker di Pekanbaru. Jika sahabat mau berkunjung ke tempat tersebut maka berdoalah agar di lindungi oleh sang maha pencipta. Berikut ulasan selengkapnya di bawah ini.

01. Politeknik Caltex Riau

Politeknik Caltex Riau ini sering dengar ada kejadian-kejadian mistis yang bisa membuat kita merinding. Salah satu adalah berada di Lab lantai dua, pada malam-malam tertentu sering ada penampakan seorang gadis yang melayang-layang di udara yang sangat persis seperti kuntilanak.

Dari pengakuan staff yang menjaga tempat itu sering kali kabur melihat gadis itu, bukan hanya dalam penampakan, bahkan pernah mengeluarkan suara ketawa yang sangat menyeramkan. Tidak dapat dipastikan itu kuntilanak atau apa, namun cukup mengerikan.

Bukan hanya di tempat itu saja, seperti di toilet yang berada di lantai tiga, sering ada bunyi yang tidak jelas narasumber tersebut, padahal sudah dapat dipastikan di toilet tersebut tidak ada orang.

02. Komplek Chevron

Komplek Chevron ini sering dikabarkan ada suara kereta kuda yang lewat dan juga pernah ada penampakan kereta kuda tersebut, sudah dapat dipastikan kalau Komplek Chevron mana mungkin ada kereta kuda.

03. Jembatan Tegal Sari

Sebagian orang dari riau mungkin sudah tidak asing lagi kalau mendengar Jembatan Tegal Sari, di balik keindahan tempat tersebut juga ada hal-hal yang berbau mistik, salah satu kisah yang menyeramkan adalah sering kuntilanak yang maujud disana.

Yang paling sering kuntilanak itu maujud adalah di dekat perpohonan yang yang berada disebelah jembatan itu. Banyak sekali orang-orang yang menyaksikan kuntilanak itu maujud dan membuat ketakutan. Bagaimana menurut anda sahabat MyMisteri?

Kisah Nyata Teror Kuntilanak Bermuka Rata

Kisah Nyata Teror Kuntilanak Bermuka Rata

MyMisteri Leony Li - Warga indonesia sudah tidak asing lagi dengan jenis mahkluk halus yang satu ini, namanya kuntilanak, namun kalau kuntilanak yang bermuka rata rasanya masih awam, dan apapula gelagat dari penampakan ini?

Pada dasarnya, makhluk ini sering menakuti para korbannya ditempat yang sunyi yang jauh dari kedamaian. Namun entah mengapa pada cerita yang satu ini dan agak berbeda. Kuntilanak muncul di tengah keramaian orang banyak yang sendang mengaji serta tahlilan.

Pada malam itu sekitar pukul 21:00 Wib. Di Utan Kayu Selatan, Jakarta Timur, nampak sekumpulan orang yang sedang mengaji Yasin serta tahlil di sebuah rumah. Rupanya ada salah seorang penduduk yang meninggal dunia. Hadirian yang lebih tua berada di ruangan dalam, sementara para pemudaa duduk di depan rumah dan sebagian memenuhi bahu pinggir jalan.

Mereka bersama-sama melantunkan surat Yasin, serta mendoakan agar yang meninggal dunia dapat diampuni dari kesalahan dan dosa semasa hidup di dunia. Di tengah khusyuknya para pemuda membaca Yasin, tiba-tiba kepala mereka seperti ada yang melempari dengan pasir.

"Aduh…siapa nih yang iseng melempar pasir, kurang kerjaan kali ya!" cetus Dedi, pemuda setempat. Pemuda yang lain pun merasa kesal karena merasa dipermainkan. Apalagi suasana kala itu sedang dalam keadaan duka.

Belum hilang rasa kesal mereka, tiba-tiba terdengar suara wanita tertawa, "Hi.. Hi.. Hi.. Hii.." Secara serempak para pemuda mendongakan kepala ke atas, dan mereka semua tercengang sekaligus merinding tatkala mereka melihat sesosok wanita berwajah rata dengan rambut panjang bergelayutan di pohon nangka.

Makhluk tersebut tertawa seakan hendak menakuti para pemuda yang ada di bawahnya. Hasilnya, para pemuda tersebut sebagian memang ketakutan, bahkan ada yang lari.

Para peserta tahlil yang sudah Bapak-bapak, yang berada di dalam berhamburan keluar mendengar suara gaduh. Mereka menanyakan ada apa ribut-ribut. Belum selesai mereka bertanya, mereka langsung terkejut ketika melihat penampakan kuntilanak di atas pohon nangka.

Mereka baru sadar makhluk itulah yang mengganggu acara tahlilan. Di antara mereka ada yang pemberani dan berkata, "Hai kuntilanak jahaman, enyah kau dari sini pergi sana jauh-jauh!" Namun kata-kata itu malah dibalas dengan tawanya yang khas,

Semua merasa bingung dan resah karena makhluk itu tak mau pergi bahkan dia makin menjadi-jadi dengan bergelayutan dan melompat antara satu pohon ke pohon lainnya. Sekali-kali juga dia melempar pasir dan mengenai orang-orang yang ada di bawahnya.

Melihat situasi yang tak menguntungkan tersebut, Dedi berinisiatif memanggil Ustadz Husin yang lokasi rumahnya hanya sekitar 300 meter dari rumah tersebut, dan kebetulan tidak ikut tahlil malam itu karena kurang enak badan.

Ustadz Husin memang dikenal masyarakat setempat sebagai orang sholeh dan mempunyai kemampuan khusus. Beruntung, tak lama sang Ustadz datang. Setiba dilokasi kejadian, Ustadz memandangi makhluk yang masih bergelayutan di atas pohon nangka itu.

Dengan nada membujuk Ustadz Husin berkata, "Saya mohon pergilah dari sini jangan ganggu kami, kami dalam keadaan berduka." Namun kuntilanak itu tak menggubris. Malah dia melempari dengan pasir sembari tertawa. Merasa diremehkan, Ustadz Husin kembali berkata, "Baiklah kalau itu maumu, aku akan mengusirmu secara paksa!"

Ustadz Husin pun nampak merapal ayat-ayat tertentu, kemudian kedua telapak tangannya dipadukan, lalu didorong ke arah kuntilanak. Kuntilanak yang mendapat serangan itu tak mampu mengelak. Dia terjungkal, namun secara cepat dia melayang ke atas pucuk pohon. Dia diam sejenak seperti menatap penuh dendam kepada Ustadz Husin, kemudian tertawa lepas dan melayang pergi meninggalkan orang-orang yang memandangnya.

Semua orang bersyukur makhluk tersebut telah pergi dan mereka pun berterima kasih kepada Ustadz Husin. Acara tahlilan pun kembali dilanjutkan. Pagi harinya masyarakat heboh dengan kejadian tersebut. Kejadian itu menjadi pembicaraan bagi kalangan masyarakat, terutama bagi ibu-ibu.

Seperti yang dikatakan ibu Supri, "Rasanya makhluk tersebut bukan sembarang kuntilanak, buktinya wajanya rata. Ini kan beda dengan kuntilanak pada umumnya!" "Ratunya kuntilanak kali, kok nekad datang di tempat orang pada ngaji!" balas ibu yang lainnya.

Ustadz Husin membenarkan makhluk tersebut memang bukan kuntilanak biasa. Dia adalah seperti pimpinan kuntilanak di daerah itu. Maksud tujuan penampakannya hanya sekedar menakut-nakuti orang yang sedang mengaji.

Hotel Siranda Kini Dihuni Oleh Kuntilanak dan Pocong

Hotel Siranda Kini Dihuni Oleh Kuntilanak dan Pocong

MyMisteri Leony Li - Hotel Siranda yang berjaya pada era 1980-an ini dikabarkan sangat angker. Kondisi angker tersebut makin terasa setelah ditelan waktu dengan rimbunan belukar dan kondisi dinding menghitam, bahkan sampai atap bangunan sudah makin rontok.

Apalagi kesunyian malam serta nyaris tak adanya lampu penerangan yang memadai di malam hari, dengan begitulah kondisi bekas hotel yang berada di Jalan Diponegoro yang sudah belasan tahun tak dipergunakan sebagaimana mestinya.

Yang ada kini hanya sebagian anak jalanan dan beberapa warga yang memanfaatkan beberapa ruang yang ada untuk berteduh. Namun sebagian besar ruangan lain, masih kosong dan memunculkan kesan horor yang sangat kentara.

Dari salah satu penuturan yang berinisial Bono, pemuda warga Jalan Hasanudin yang suka berpetualang mencari tempat-tempat angker sebagai usaha pembuktian dan eksistensi. Menurutnya, lokasi ini kini banyak dihuni pocong dan kuntilanak yang selalu berkeliaran saat malam tiba.

"Dulu pas masih ditempati dan digunakan, tentu tidak ada lelembutnya. Kini semakin banyak. Dua kali saya kesitu, jumlah penghuninya semakin banyak saja dan menempati ruang di pojok yang gelap dan lembab," tuturnya.

Ditambahkan, di pohon beringin yang ada di tempat parkir depan hotel, juga ada kuntilanak yang sering bergelantungan. Hanya saja memang hantu di tempat ini tidak suka menggoda manusia, kecuali mereka yang berniat kurang baik.

Meski demikian, salah satu anak jalanan yang sering menggunakan bekas bangunan hotel untuk berteduh mengaku nyaris tidak pernah melihat adanya penampakan. Hanya saja, beberapa suara menyeramkan seperti wanita tertawa keras dan kadang mengikik, beberapa kali sempat terdengar.

"Belum juga suara anjing melolong yang juga membuat bulu kuduk berdiri. Memang ada teman yang mengaku pernah diliatin pocong, tapi kini ia sudah pergi," ungkap Sriyanto.

Salah satu anak jalanan yang tinggal di bekas bangunan hotel. Bagi anda yang suka menguji nyali, sepertinya ini adalah lokasi yang cocok untuk menjajal keberanian anda. Meski demikian, ingatlah untuk tidak sesumbar atau menyombongkan diri karena semua adalah makhluk Tuhan.

Kisah Seram Bertemu Kuntilanak di Pohon Jambu

Kisah Seram Bertemu Kuntilanak di Pohon Jambu

MyMisteri Leony Li
- Cerita ini terjadi saat saya masih kecil. Saya tinggal di sebuah kota kecil yang jauh dari kebisingan kota besar. Seperti anak kecil yang tumbuh di kota-kota kecil di Indonesia, cerita-cerita mistis dan menyeramkan tentang hal gaib menjadi bagian dari hidup saya.

Jika anak-anak di kota besar mengenal cerita Cinderella atau Putri Salju, saya lebih sering mendengar cerita tentang kuntilanak, genderuwo dan sebagainya. Mungkin Anda yang tidak terbiasa dengan cerita mistis meragukan cerita ini, tetapi inilah yang saya alami.

Saat masih kecil, saya diwajibkan mengaji oleh kedua orang tua. Saya dan teman-teman sebaya (waktu itu usia saya 7 tahun) setiap sore selalu belajar mengaji di sebuah mesjid yang jaraknya 10 menit jika berjalan kaki dari rumah. Pelajaran mengaji dimulai pukul 3 sore dan berakhir jam 5 sore.

Seperti anak-anak pada umumnya, saya sering tidak langsung pulang setelah selesai mengaji. Saya dan teman-teman sering bermain petak umpet sebelum pulang. Padahal saya tahu, ibu akan marah jika saya pulang ketika adzan Maghrib berkumandang.

Peraturan ibu salah satunya adalah saya harus pulang sebelum Maghrib. Namanya juga anak-anak, saya sering melanggar peraturan itu untuk bermain bersama teman-teman. Sampai sebuah kejadian membuat saya kapok.

Saat saya kecil, beredar cerita tentang kuntilanak yang mendiami sebuah pohon jambu. Karena saya tidak percaya, saya dan teman-teman cuek saja bermain petak umpet di sekitar pohon jambu yang dimaksud. Entah mengapa sore itu terasa berbeda dari hari biasanya. Udara terasa lebih dingin padahal tidak hujan.

Saat giliran saya bersembunyi, saya memilih bersembunyi di balik pohon jambu. Saya menunggu hingga teman saya menemukan saya. Suasana sudah pasti sunyi, hanya sesekali saya mendengar langkah teman saya yang mencari-cari kami yang bersembunyi.

Sayup-sayup, saya mendengar suara tangisan. Pelan.. pelan.. dan lama-lama menjadi makin jelas. Bulu kuduk saya merinding. Saya menyadari sumber suara berasal dari atas pohon. Sempat terpikirkan bahwa mungkin itu teman saya yang iseng. Tapi teman-teman perempuan saya tidak ada yang bisa memanjat pohon. Dengan sisa keberanian, saya melihat ke arah atas pohon jambu.

Jantung saya seperti berhenti berdetak melihat makhluk aneh di atas sana. Makhluk itu seperti perempuan berambut panjang. Saya tidak melihat wajahnya, tetapi dia sedang mengusap-ngusap rambutnya yang sangat panjang. Mirip dengan hantu perempuan yang saya lihat di layar kaca. Suara yang awalnya menangis berganti menjadi suara tawa. Suasana menjelang senja membuat peristiwa itu puluhan kali lebih menakutkan.

Otomatis saya menutup mata lalu berteriak ke arah teman-teman. Saya langsung menangis sejadi-jadinya. Untungnya seorang penjaga keamanan kampung lewat dan mengantar saya pulang. Sesampainya di rumah, saya menceritakan semuanya pada ibu dan ayah. Menurut mereka, itulah kuntilanak yang sering saya dengar ceritanya. Dia sudah lama menghuni pohon jambu tersebut.

Mulai saat itu, saya dan teman-teman tidak berani lagi bermain di sekitar pohon jambu, bahkan untuk lewat saya masih trauma dan tidak berani melihat pohon itu. Kalaupun terpaksa lewat, saya akan membaca Ayat Kursi. Untungnya saya tidak pernah lagi melihat penampakan kuntilanak itu dan saya tidak mau hal itu terulang lagi, cukup sekali saja.